Produksi Live Event Video Multimedia Multi Camera

Di dalam dunia Broadcasting, atau Pertelevisian kita mengenal cara Produksi Live Video Multi Camera berawal dari Ruang yang namannya Master Control Room.


{getToc} $title={Table of Contents}


Apa sih itu Master Control Room? dilansir dari Wikipedia Master Control Room (MCR) Televisi atau disebut juga ruang kendali siaran televisi merupakan ruangan yang berisikan perangkat teknis utama penyiaran dalam mengontrol segala proses siaran stasiun televisi. MCR menjadi pusat dari segala kegiatan produksi siaran yang ada di stasiun penyiaran televisi. 


MCR sangat penting karena semua materi siaran baik acara secara langsung (live) maupun rekaman di studio, atau kejadian yang langsung dari suatu lokasi di luar studio melalui OB Van atau mobil siaran, harus melalui MCR terlebih dahulu, sebelum akhirnya dipancarkan ke satelit. Materi siaran berupa iklan, logo stasiun televisi, program-program acara, running text dan sebagainya, semuanya telah disiapkan di MCR untuk ditayangkan.



ruang control




Seperti Apa sih Sistem MCR itu?


MCR menjadi pusat pengaturan semua tayangan program dan iklan. MCR juga dapat dikatakan tempat pengontrolan keluar dan masuknya sumber. Ada 7 bagian dalam sistem MCR Televisi Broadcast.





1) Video Tape Recording (VTR) Material Room

Bagian ini merupakan tempat penyedian materi-materi program siaran yang berbentuk tape atau kaset siap tayang seperti sinetron, program non-drama. VTR berfungsi merekam dan melihat rekaman pada proses produksi, dapat juga digunakan untuk meng-capture (mengubah rekaman dari kaset pita ke digital). Format yang digunakan, antara lain VHS, S-VHS, dan MiniDV. Kaset-kaset tersebut di barcode atau dikomputerisasikan sehingga terdapat pembagian segmen untuk sebuah program acara. Kemudian setelah dibagi, di input ke Flexicart atau mesin pemutar materi program. Misalnya suatu program sinetron akan tayang pada tanggal 7 November pukul 7 malam, dengan durasi 64 menit dan akan dibagi menjadi lima segmen untuk Running File program tersebut. Selain membagi segmen program, bagian VTR juga menyuplai keperluan materi iklan. Apabila ada materi iklan yang tidak sesuai dengan format yang ada pada ruangan VTR, maka meteri kaset tersebut akan diubah menjadi materi yang siap tayang. Kebayakan stasiun televisi saat ini, sudah meminta perusahaan iklan yang ingin memasuki iklan, agar memasukkan format iklan yang sesuai.

2) Studio

Studio merupakan tempat untuk memproduksi dan menyuplai program-program stasiun televisi. Proses produksi di studio harus terkoneksi dengan MCR. Ketika program acara diproduksi di studio, MCR menjadi penting untuk mengatur jalannya produksi. Video dan audio akan dikirim ke MCR. Produksi program di studio dapat secara live (langsung disiarkan ke pemirsa) misalnya program musik, olahraga, dan berita ataupun secara recording (program acara direkam terlebih dahulu atau dikenal dengan taping). Di dalam studio terdapat beberapa sistem yang terintegrasi yaitu audio (system mixer), video (system camera), pencahayaan (system lighting) dan seni (art design).

3) Siaran Langsung (Live Event)


Siaran langsung merupakan suatu proses produksi yang sesuai dengan kenyataan saat itu sehingga apa yang dilihat di televisi pemirsa merupakan gambaran nyata baik waktu maupun lokasi. Siaran langsung memiliki risiko kegagalan baik masalah teknis maupun operasional. Siaran langsung mempunyai slot waktu program yang sulit diprediksi ketepatan selesainya, sehingga seandainya acara langsung gagal, otomatis mengganggu runtutan acara berikutnya.

4) Presentasi

Presentasi merupakan pengendali utama sebuah siaran berlangsung. Bagian ini merupakan pengatur waktu baik kapan program acara on air (berupa live atau taping) maupun waktu iklan atau komersial akan ditayangkan. Selain itu, bagian presentasi juga bertugas mengatur naik atau turunnya logo televisi, running text. Sistem presentasi memiliki main switcher atau switcher utama yang saling terhubung dengan computer control switcher dan computer control superimpossed. Switcher merupakan alat untuk memilih satu gambar dari berbagai sumber untuk disiarkan atau direkam. Untuk sumber lainnya seperti logo, running text, bumper, dan sebagainya juga akan masuk ke main switcher.

5) Master Control Console

Bagian ini sebagai pemantau alur sinyal audio dan video. Master control console sebagai penyangga utama penyelenggaraan siaran, membagi sinyal input kebagian lain (studio, presentasi, transfer room), koordinasi utama saat siaran langsung.

6) Ruang Transfer (Transfer room)

Ruang transfer atau transfer room disebut juga sebagai bagian rekam atau recording. Bagian transfer memberikan input untuk materi siaran yang siap tayang. Bagian transfer dapat merekam materi live atau siaran tunda, merekam acara off air (hasil on air yang sudah ke masyarakat) guna keperluan saksi ke pemasang iklan (Broadcast On Air Whitness). Bagian transfer sebagai perekam materi acara yang belum berformat digital.

7) Transmisi Up-link

Ruang transmisi merupakan bagian yang menyiarkan sinyal-sinyal audio dan video ke masyarakat. Bagian ini berhubungan dengan frekuensi, daya pancar transmitter, gelombang pemancar, converage area pancaran stasiun televisi, perizinan alokasi frekuensi dengan departemen perhubungan dan lain-lain. Dalam penyiaran televisi, transmisi sebagai pemancar gelombang elektromagnetik dengan dua tipe, yaitu pola penyiaran tatap muka langsung (line off sight) dan pola satelit uplink dan downlink. Line off sight menggunakan gelombang pendek (microwave) yang biasanya untuk keperluan stasiun relay dalam kota (TX Site). Satelit uplink dan downlink menggunakan media satelite repeater untuk keperluan televisi daerah (TX Relay).


Lalu Personelnya siapa aja sih dibalik Penyiaran Broadcasting TV?


1) Produser

Produser bertanggung jawab terhadap semua aktivitas pembuatan program. Untuk kebutuhan tertentu, terdapat sebuah komputer dengan system on line seperti New Q Pro yang terhubung langsung dengan teleprompter sehingga produser atau scripwritter dapat melakukan perubahan atau penambahan script yang muncul dan akan dibacakan oleh anchor. Sistem tersebut juga secara online dapat menghitung durasi per materi sehingga produser mendapat informasi yang akurat saat membatalkan (drop) atau menambah materi di dalam segmen agar sesuai dengan durasi dan kebutuhan.

2) Program Director (PD)

Program director bertanggung jawab terhadap teknis pelaksanaan dan melakukan pemilihan gambar dan suara sesuai rundown.

3) Pengoperasi Switcher (Switcherman)

Switcherman bertanggungjawab mengoperasikan mesin switcher.

4) Penata Aksara atau Character Generic (CG)

Penata aksara bertugas menampilkan teks berupa informasi seperti nama presenter, narasumber dan informasi lainnya.

5) Penata Suara (Audioman)
Penata Suara bertugas untuk memilih sumber suara yang akan dimunculkan. Suara atau audio tersebut berasal dari berbagai macam sumber, seperti: microphone di studio yang digunakan talent, peralatan musik, VTR, music player hingga audio yang disimpan di dalam komputer.

6) Pengoperasi VTR (VTRman)

Pengoperasi VTR bertugas memutar kaset video sesuai rundown dan melakukan perekaman.

7) Pegoperasi Virtual Set

Pengoperasi virtual set bertugas memunculkan latar belakang virtual yang sebelumnya telah dibuat oleh virtual set designer dan mengatur posisinya agar sesuai dengan locking kamera.


Oke Ilmu diatas adalah cikal bakal adanya Pendokumentasian Video Live Multi Camera. Ya memang kalau ilmu Broadcasting sendiri sumber awalnya ya dari Pertelevisian, karena kerangka kerja itu memang awalnya untuk pertelivisian, yang seiring berjalannya waktu, kerangka kerja tersebut mulai diadaptasi ke masyarakat, sehingga untuk event atau acara besar pun sekarang sudah memakai Live Multi Camera dalam pendokumentasian video.



Lalu kalau untuk Cara Produksi Live Video Multi Camera di Suatu Event apakah serumit dan sekompleks itu?


Tergantung Besar Kecilnya Acara yang akan berlangsung, tetapi disini aku paparkan saja pengalaman yang udah aku pelajari sebelumnya.

1) Kamera


Jelas dalam Multi Camera kita butuh kamera lebih dari 1, dan jumlah kamera ini disesuaikan dengan Slot maksimal yang mampu ditampung Alat yang Namanya Switcher.

2) Media Penghubung ( Koneksi )


Aku namain itu aja ya.. Biasanya sih pakai kabel, entah itu RCA maupun HDMI. Aku pernah liat sih Multi Camera yang udah memakai Video Transceiver yang merupakan sebuah transmisi wireless yang mampu mentransmisikan video dari kamera ke perangkat display kalo nggak salah namanya Aputure Array Trans Video Transceiver.

Tetapi yang selama ini aku gunakan adalah kabel, kalau dulu ketika masih mentransmisikan video dari kamera kamera 720x576 hehe, kita pakai kabel RCA, tetapi setelah berganti ke ukuran yang lebih gede alias 1080p keatas, kita beralih ke HDMI, kenapa kok tidak pakai transmisi yang Wireless?  Saat ini alat seperti itu masih mahal dan tentu semakin jauh jangkauan sender videonya, maka akan semakin mahal pula harganya, kita tidak bisa berspekulasi dengan harga alat yang murah, karena jika di event besar, apa saja bisa terjadi.. ketika kita memaksakan beli yang harga murah dan ternyata sinyal putus putus dan tidak kuat mentransmisikan video 1080p keatas ya... bisa berabe ntarnya. Jadi main ama dulu saja yang masih terjangkau kantong... eh ( itukan alat punya kantor cuy, jangan ngaku ngaku.. hihi )

3) Switcher


Video switcher atau ada juga yang menyebutnya dengan vision mixer merupakan alat yang digunakan untuk memilih gambar dari beberapa sumber video yang masuk ke switcher untuk selanjutnya diolah, dipadukan hingga menjadi hasil live video. Sumber video di sini tidak hanya dari kamera tapi dapat juga dari sumber video lain seperti VT, Grafis, Laptop, Komputer de el el...

Ini Video Unboxing Roland V1HD, yang udah kita buatkan videonya… moga bisa mengedukasi.





Roland V-1HD Portable 4 x HDMI Input Switcher


Dan saat ini yang kita pakai adalah Roland Switcher V1HD dengan harga 19 jutaan.. KURANG TAU SEKARANG KALO UDAH TURUN.., cek aja tautan pembelian yang gw tempelin diatas.

1. Fiturnya
- Udah mendukung video cameras, action cameras, smart phones, tablet computers dan HDMI devices lainnya
- 4 HDMI inputs
- Mendukung sampai Resolusi Full HD 1080p
- Bentuknya yang Mungil
- Picture-in-picture dan split functions
- Dua tombol EFEK memberikan kinerja visual asli
- Termasuk Mixer Audio 12 Saluran Penuh
- Mudah Dioperasikan dengan Kontrol Perangkat Keras
- Dua Output HDMI
- Remote Control via Koneksi USB atau MIDI

2. Specs
> Video
- Video Processing : 4:2:2 (Y/Pb/Pr), 8-bit
- Input Connectors : HDMI INPUT 1-4 : Type A (19pins) x 4 *HDCP Supported
- Output Connectors : HDMI OUTPUT : Type A (19pins) / HDMI PREVIEW : Type A (19pins) *HDCP Supported

3. Package Contents
- Roland V-1HD Main Unit
- AC Adaptor
- Power Cord
- Cord Hook
- Owner Manual


4) Audio

Tak bisa dipungkiri lagi kalau audio memegang peranan 50%, artinya jika audionya buruk, maka kesan terhadap video juga buruk, jadi ini penting.
Biasanya kalo tim multimedia itu ber koordinasi dengan tim sound perihal suara, apakah sudah hilang noisenya atau malah noisenya bertambah buruk, dan itu harus diselesaikan segera sebelum event dimulai, Tim Multimedia dan Sound harus saling mendukung satu sama lain, karena ingat bahwa audio memegang peranan 50%, apalagi kalo outputnya itu Live Streaming, kalo Offline saja sih bisa di edit noisenya dan dihilangkan pakai noise reduction, tetapi kalo live ya perlu di clearkan dlu ditempat, sehingga dapat menghasilkan keluaran yang maksimal.

Beberapa Hal yang penting jika audio tetap noise biasanya ada permasalahan dengan ground nya, dan ini perlu Teknik kelistrikan untuk mengatasi hal ini.

Komponen lain yang perlu di cek adalah, Kabel penghubung antara Switcher atau audio mixer yang ada di multimedia dengan audio mixer biasanya lebih besar yang dimiliki oleh petugas sound. Pastikan bahwa kabel audio itu memang tidak rusak dengan mengganti kabel audio lain yang dimiliki.

Nama Kabel yang biasa digunakan adalah Kabel XLR ( ada Istilah Female dan Male ), bukan DSLR ya.. hehe



XLR Kabel Microphone Audio Sound Cannon Cable XLR Male to Female Extension Aux Cable for Mixer Stereo Camera Amplifier

Atau yang Model


ESG XLR 3 Pin Plug to 6.35mm 1/4 inch Male Mono Jack Plug Cable 1.8

untuk kepalanya menyesuaikan slot yang ada di Mixer punyanya audio Engineer ya hehe, petugas audio maksudnya..

di atas udah gw kasih tautan belinya..





Kira kira komponen pentingnya sih seinget gw cuma itu, dan untuk beberapa yang belum ada tautan belinya.. sabar ya.. bisa cari sendiri di internet... untuk video Unboxing dan Review, bisa kunjungi Channel YouTube kita "RahmanCyber"


Unboxing Switcher Video HDMI Murah Roland V1HD (Bahasa Indonesia)





REVIEW Switcher Mungil ROLAND V1HD ( Bahasa Indonesia )






RAHMANCYBER NET
Belajar Ilmu - Menerapkan Ilmu - Mengamalkan Ilmu
Situs Website Utama : https://www.rahmancyber.net
Facebook, Instagram : @RahmanCyber
Youtube Channel : YouTube.Com/c/RahmanCyberNET atau YouTube.com/RahmanCyber
Tentang RahmanCyber | Peta Situs






Posting Komentar

Untuk posting kode, bisa di parse dulu gan, pake tool parse yang udah disediakan di website ini https://www.rahmancyber.net/p/parse-code.html

agar kodenya tidak hilang... ^_^

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال