1/05/2021

Ilmu Editing Video ( Pasca Produksi ) tentang Rendering

RahmanCyber.NET | Editing Video - Di dalam editing video saat kita melakukan finalisasi biasanya dibagian rendering akan terdapat beberapa istilah pengaturan / setting dimana sebagai editor video, kita perlu belajar tentang berbagai istilah tersebut, sehingga dapat menghasilkan kualitas video yang tepat.


Di postingan ini kita berbagi pengetahuan seputar rendering dan finalisasi video yang kita rangkum menjadi satu bacaan yang singkat dan semoga dapat padat dan jelas, karena di RahmanCyber.NET membahas banyak topik yang bisa kalian pilih sesuai dengan minat, sehingga kita mencoba membuat postingan artikel sedetail mungkin, sebagai bahan pengingat diri sendiri maupun juga sebagai pengingat atau bahan ajar teman teman semua, dalam hal ini di Dunia Editing Video.


Ini merupakan beberapa pengalaman belajar saya selama menekuni di dunia editing video sejak 10 tahun yang lalu sampai sekarang

 

Sampai saat ini saya masih belum bisa lepas dari yang namanya editing video menggunakan software Adobe Premiere, walaupun sebenarnya banyak software editing video lainnya seperti edius, sony vegas, davinci resolve, filmora, ulead.. yang sebagian besar saya pernah mencoba kecuali final cut pro.. karena itu menggunakan mac.

 

Disini kita akan berbicara rendering dari perspektif adobe premiere ya, walaupun juga bisa diterapkan di software lainnya juga saya rasa.

 

 

 

Mengenal Format Video

 

Ada banyak sekali format video yang masing masing memiliki tujuan media yang akan digunakan, contohnya MPEG 2 DVD yang di tujukan untuk pemutaran media di DVD Player. Tahun 2011 - 2017 saya masih familiar dengan format ini, karena target videonya DVD Player.

Contoh lainnya ada   AVI, MP4 (H264), MPEG-4 / 3Gp, Quicktime, HEVC (H265),  WMV dan format lainnya, untuk yang saya sebutkan itu adalah format yang umum digunakan


Kita akan mencoba jelaskan secara singkat untuk beberapa format video yang umum...


1. AVI ( Audio Video Interleave ) 

 

Ini merupakan format video yang sangat populer terutama dikalangan user windows, tetapi memang format video ini memiliki ukuran yang besar 

Ukuran biasanya berbanding lurus dengan kualitas, semakin besar ukurannya, maka akan semakin baik terutama jika ingin di edit ulang kedepannya. 

Format video AVI ini bisa dibilang merupakan format dasar video yang ada di windows, jadi kalo kamu instal ulang PC sekalipun tanpa instal codec tambahan seperti K Lite Codec, maka kalian masih akan bisa memutar format video AVI.

Kalau dulu ketika editing videonya masih memakai source yang di Capture dari Kasete Mini DV, biasanya untuk format dasarnya memakai AVI dengan ukuran PAL 720X576 dan itu ukuran terbaik dimasanya sebelum Golongan HD menyerang, bahkan saat ini HD dasar pun tidak cukup untuk memanjakan mata penonton, melainkan udah ke HD yang FULL HD 1920X1080


Apakah AVI mendukung ukuran HD/FULL HD? 


Bisa, asalkan untuk bagian CODEC dirubah jadi NONE! dan ukuran Aspect Rationya diganti Custom.

 

Avi Setting Adobe Premiere

 

Seperti yang saya tunjukkan di gambar. Tetapi.. apakah bisa di render? Bisa Dong!


Output AVI 1080


Tapi kalian lihat sendiri, itu sangat mengejoet keun! Video Durasi 9 Detik aja sudah memakan space hardisk 1,41 GB! Tentu video tersebut bisa dijalankan dan ukuran aspec rationya menjadi lucu.. hehe, karena bagian aspect ratio tadi kita otak atik..jadi Custom...


Coba aja deh iseng iseng render pakai avi... oh iya, hal ini sering digunakan di Adobe After Effect render tanpa Media Encoder, Jadi format defaultnya adalah avi, walau kau render Full HD ataupun 4K! sehingga emang hasilnya GEDE, tapi rata rata project adobe after effect yang kita buat cuman hitungan detik, paling banyak 15 detik untuk bumper opening video, tapi ukuran filenya sampai 5Gb an lebih..

itu kalo tidak memakai Media Encodernya ADOBE. Kalo memakai media encodernya kita bisa render ke format H264 / MP4.. ingat MP4 itu bukan MPEG4.

Kalo dulu adobe after effect yang CS bisa langsung tanpa Media Encoder, kalo sekarang, entahlah kenapa kok dihapuskan..


Loh bang, maenan After Effect juga..? Iya, 3D juga Blender 3D...


Enggak Expert dong...? Enggak.. 



Oh iya, untuk format AVI ini sangat kompatibel dengan berbagai player video di Windows.. bahkan tanpa kamu menduakan Windows Media Player pun, format .AVI bisa dijalankan! kenapa? karena AVI ini merupakan format multimedia yang dikenalkan Microsoft pada November 1992 sebelum saya Lahir di Dunia ini.


Loh kok bisa tau bang? 


Membaca dong ya,

Ini dia Referensinya https://en.wikipedia.org/wiki/Audio_Video_Interleave


Sedangkan kau tau Windows itu produknya siapa? hehe dari jaman windows XP sampai Windows 10... adakah yang lebih lama?

 

Sedangkan untuk Adobe Premiere sendiri, versi yang paling jadul, aku pernah pakai yang Adobe Premiere versi 6.5 , Sebelum versi yang Pro Muncul... loh? karena dulu tempat saya pernah bekerja, memakai adobe premiere versi itu.. :D , ini Sejarah Adobe Premiere


Saya pernah Posting di Tahun 2012.





2. H264 / MP4


Kalo format video yang ini, adalah format video yang sangat pamiliar untuk saat ini, karena hampir banyak digunakan, dan saya sendiri udah menjadikan h264 ini sebagai format video editing output yang primer.. atau utama, kenapa? karena sebagian besar sekarang video di deliver ke media stream video online, seperti Youtube, Facebook, Instagram.

Di Pengaturan H264 sendiri kita mengenal CBR dan VBR..

Apa itu bang?


Ilmunya ngalir dan melebar khan? hehe


Kalau bicara CBR dan VBR ini, kita perlu memahami Apa itu Bitrate. Saya bahas di Heading yang selanjutnya.. lihat aja ya..

Jadi kita lanjut bahasnya di Heading yang Khusus ya.. disini kita uraikan secara singkat, CBR itu Constant Bitrare / Tidak berubah ubah bitratenya, sedangkan VBR itu Variable Bitrate / Berubah ubah Bitratenya.








Mengenal CBR dan VBR


Di dunia peng editan video, kita mengenal 2 konsep settingan Bitrate, yaitu CBR dan VBR, di bagian heading Mengenal CBR dan VBR ini kita akan ulas dan bahas secara detail berdasarkan apa yang saya pelajari dan alami selama bertahun tahun bergelut di dunia editing video.

kalo di adobe premiere ada settingan / pengaturan yang namanya Bitrate
Biasanya disinilah kita bisa memanipulasi Ukuran, dan Software software converter video kebanyakan memakai ini untuk dapat melakukan compress file atau menurunkan ukuran file size video.


Pada pengaturan Bitrate di Adobe Premiere ini terdapat 3 Pilihan, yaitu CBR, VBR 1 Pass dan VBR 2 Pass



CBR ( Constant )



CBR itu Constant Bitrare, artinya Sepanjang video yang kita render tersebut akan memiliki bitrate yang sama atau constan, tidak berubah ubah,

Jika nilainya kita atur 5 ya 5 terus.. tidak peduli jika video itu ada motion dan gak ada motionnya, video itu gelap atau ada gambarnya.. eh bahkan video warna hijau dirender pun, akan memiliki bitrate yang sama, sehingga cenderung untuk file sizenya walaupun hanya berupa background hijau di render dengan durasi 24 jam pun akan memiliki file size yang sama dengan video yang ada gambarnya "Real" dengan durasi 24 jam. 


Bitrate tetap sama!

 

Makannya di pengaturan kita hanya perlu melakukan satu pengaturan value / nilai, seperti ini..

 

cbr setting video editing

 

Cuman satu khan? hehe, kalo saya biasanya settingan value terendah adalah 2. kurang dari itu gambarnya jadi burik banget.

 

 

VBR ( Variable )



Kalau VBR, itu Variable Bitrate, artinya Sepanjang video yang kita render tersebut akan memiliki bitrate yang berubah ubah, atau naik turun sesuai dengan keadaan gambar.

Logikannya, Background Warna hijau diam akan di perhitungkan sebagai Bitrate dengan ukuran kecil, sedangkan Motion / Gerakan akan di perhitungkan sebagai Bitrate yang besar. Ini berpengaruh pada File Sizenya.

 

Bitrate Berbeda beda, tergantung gambarnya, semakin banyak gerakan maka akan semakin tinggi bitratenya, semakin diam dan tidak terlalu banyak pewarnaan, corak d el el alias cuman background warna hijau di render.. hehe, itu akan memakai bitrate ukuran target terkecil..

 

Nah makannya, kalo di VBR kita itu ada 2 parameter yang kita setting.

 

vbr setting

 

Jadi kita setting nilai / value dari Target Bitrate dengan satuan Mbps, dan Maximum Bitrate dengan satuan Mbps juga..


Jika kalianmengaturnya dengan settingan diatas, berarti target bitratenya 5, sedangkan maksimumnya 5..


loh? naik turunnya nanti bang? ya konstan! haha...


Aneh kau ni, jangan gitu lah pakai VBR! hehe, eman eman... setidaknya nilai maksimum itu lebih tinggi gan.. ya, jangan kayak gitu... itu sama aja dengan konstan.. 


Kamu bisa atur, Target 3, sedangkan maksimum 5, sehingga ketika ada gambar yang sangat sederhana "Background Hijau dirender durasi 24 jam"


Maka akan mendapatkan settingan bitrate terbaik.. atau paling rendah... jadi file sizenya pun juga enggak membengkak.



Sudah paham ke? VBR dan CBR... ?



VBR dan CBR ini berkaitan erat dengan Pembahasan tentang Bitrate.. silahkan baca di Heading Bitrate.



VBR itu ada VBR 1 PASS dan VBR 2 PASS, apa itu?


Di adobe premiere sendiri, memang ada settingan CBR, VBR 1 Pass dan VBR 2 Pass

1 Pass dan 2 Pass itu sebenarnya hanyalah sebuah bagian proses encoding, kenapa bagian? karena masih dalam ranah encoding ( pengubahan ke format tertentu, misal dari video source timeline premiere avi, menjadi format lain, dalam hal ini adalah H264 ) , jadi kalo 1 Pass itu hanya sekali, seperti halnya CBR , jadi waktunya pun berlangsung lebih singkat ketimbang  VBR dengan 2 Pass.


Karena VBR 2 Pass itu ada 2 Proses, pertama adalah analisa nilai bitrate untuk tiap frame, kedua adalah proses encoding utamanya bisa dibilang sudah masuk proses export video.


Untuk masalah kualitas video yang dihasilkan sendiri tidak bisa ditentukan dengan ini, VBR 2 Pass lebih bagus dari VBR 1 PASS, engga!

 

Karena kualitas video ( dari segi teknis, kalo di dunia programing website mengenal frontend dan backend, nah ini dari segi teknis backend... sedangkan dari segi frontend itu bagaimana video di kemas secara baik dari segi isi kontennya untuk dapat dipahami oleh target tujuan video tersebut dibuat )


jadi ini lebih ke kualitas dibagian belakang, bukan depan ( kau tau ada video dengan gambar yang enggak mulus, tapi ternyata konten yang disampaikan bagus.. itu menjadi salah satu video berkualitas )  bandingkan dengan VIDEO Format MP4, 8 K tapi isi kontennya cuman Background Hijau doang? apakah itu berkualitas? padahal dari segi teknis belakang itu udah berkualitas, karena untuk ukurannya pun udah sangat besar di masa ini.. 8K! yup! itu berkualitas dari segi teknis bukan konten.


Tapi kalo ternyata itu Video Background Hijau 24 jam, dengan Alunan musik penenang / relaksasi.. itu beda lagi, karena ada konten didalamnya, hehe, kalo di youtube.. settingannya bisa di ubah menjadi 144p dan udah autoplay aja, tinggalin monitor, tancapkan ke sound system... nikmatilah...


Jadi untuk menentukan kualitas sebuah video itu memang variatif dan bisa saja berbeda, saya sendiri susah berspekulasi tentang video berkualitas, 


kalo dari saya pribadi, video yang berkualitas adalah video yang tujuannya bisa dipahami dengan baik. itu aja sih...

 

Entah itu mau pakai Teknik Zoom in Zoom Out, Transition Smoot, Moving Camera dan lain sebagainya... yang terpenting bagi saya adalah pesan yang ada di video tersebut.

 

Saya sendiri juga masih perlu belajar banyak tentang hal ini, karena untuk mencapai hal itu bukanlah perkara yang mudah, pemahaman dan selera tiap orang itu berbeda beda, bahkan daya tangkap akan suatu materi juga berbeda beda, sehingga memang standard video berkualitas itu berbeda beda tiap orang.


Kesimulannya mau VBR 1 PASS atau 2 PASS itu tidak bisa dijadikantolok ukur kualitas ya.. cuman kalo 2 PASS itu bisa menghasilkan video dengan ukuran yang lebih baik, karena settingan naik turunnya bit rate menjadi lebih teliti, cuman ya itu.. lama.




Kapan harus memakai CBR dan Kapan memakai VBR


Jika targetnya adalah umum, misal di Youtube atau beberapa media kanal video lainnya, kamu bisa memakai VBR, apalagi jika video yang kita buat hanyalah berupa tutorial hasil screen di komputer, karena kadang memang ada naik turun kan, sehingga kualitas videonya pun akan tetap dijaga baik..


misalnya nih kalian buat video tutorial editing, dimana ketika kalian muter sebuah video untuk direkam layar, itu ada banyak gerakan dan grading pewarnaan dan lain sebagainya yang menandakan bahwa potongan video itu bukanlah potongan video yang sederhana, maka bitrate (bit per detik) otomatis dinaikkan ke value yang diatur paling maksimum, sehingga tidak menurunkan kualitas dari gambar tersebut,


sedangkan jika sudah berada di gambar yang sederhana, misalnya slide ppt powerpoint berupa teks, maka bitratenya diturunkan...


sehingga tentu file sizenya akan lebih sesuai berdasarkan kualitas gambar yang ditampilkan ( sederhana dan tidak sederhana ) hehe


Jadi lebih cocok VBR,


Sedangkan jika kamu streaming nih, yang kelancaran transmisi itu menjadi point utama, karena naik turunnya bitrate itu menjadi sebuah resiko yang dapat menyebabkan tayangan terganggu karena sinyal tidak bisa diterima secara baik oleh penerima sinyal, atau pemancarnya tidak kuat dalam mentransmisikan sinyal.. permainan bitrate kadang menjadi hal yang penting, kenapa? karena kita tahu disini itu Sinyal Enggak Stabil! jadi dengan memainkan bitrate yang lebih rendah, maka siaran pun akan lebih baik.. 


maka dari itu, untuk kasus streaming, CBR menurut saya menjadi pilihan yang tepat, karena kita sudah mengaturnya secara konstan.







 

Mengenal Video Codec

 

 

Codec / Compression/Decompression itu merupakan Decoder, jadi kalo tadi kita bahas tentang encoder, jadi kalo codec ini decoder, atau dari bahasa teknisnya Coder-Decoder  atau compressor / decompressor.

 

 

codec


 

 

Jadi Codec ini merupakan program yang mampu mengubah sinyal atau aliran data kedalam bentuk yang terencode.

 

Jika di komputer kalian tidak terinstal Codec ( Player / Decode ) , maka kalian enggak bisa muter format video H264 misalnya.. jadi kalian biasanya disarankan untuk instal K LITE CODEC , cari aja di internet... jadi KLITE CODEC ituudah memuat banyak CODEC ( DECODER ) dialamnya, jadi kalian gak perlu cari satu persatu.. hehe, sehingga kita bisa memutar video dengan format dan encoder yang bervariasi sesuai dengan format encoder yang didukung di klite untuk di decode....


Kalo CODEC yang tertanam di Software Editing itu untuk Encode  / Coder / Compressor.. 


Jadi kita bisa membedakannya menjadi 2,  tapi CODEC itu udah 1 paket ya sebenarnya, namanya juga Encoder - Decoder.


Beberapa Codec yang saya pernah temui, H.264, Apple ProRes 422 ( Codec bawaan Final Cut Pro, belum pernah coba juga sih, karena ini khusus di Mac) ), Apple ProRes 4444, DNxHD ( Codec standard editing Acid Media Composer ), HDV, XDCAM


 




Apa itu Bitrate?


 

bitrate

 

 

Sebenarnya istilah bitrate sendiri tidak hanya di Video melainkan juga di audio.. tetapi biasanya untuk audio bitratenya lebih kecil.



Bitrate itu jumlah Bit per Detik, Pengukuran bitrate sendiri bisa dengan satuan Kilobyte per second (kbps) dan Megabyte per second (Mbps) 

 

 Maka dari itulah bitrate ini sangat penting untuk manipulasi... eh mengatur ukuran video,

Jadi kalo kalian mendapati, video ukuran Full Hd dengan Ukuran file sizenya yang kecil!


Maka itu yang dimainkan adalah bitratenya dalam proses Transcoding...


Istilah apalagi nih, ada Encoding, Transcoding... apakah keduanya sama? beda!

Entar di Pembahasan selanjutnya..


Logikanya, semakin kecil ukuran bitrate, maka file sizenya juga akan semakin kecil pula... begitupun juga sebaliknya...

 

 



Perbedaan Transcodding dan Decoding



Nah, tadi sempet nelenting tentang Encoding dan Transcodding, apakah sama? Enggak.. tapi saling melengkapi ... hehe :D

 

 

Logika encoding dan transcoding

 

Kalo contoh encoding, kamu berurusan dengan format dan codec, format seperti H264, AVI , MPG , itu namanya encoding.. sendangkan jika kamu bermain bitrate dan bagian bagian format tersebut itu namanya Transcodding.. 

simpelnya sih gitu dari pemahaman saya.

 

 

Tapi kalo dari bahasa teknisnya,

 

Transcoding adalah proses membuat salinan file video dalam berbagai ukuran.

Encoding / Pengkodean mengacu pada proses awal mengompresi video RAW atau proses pengkodean ulang video ke dalam format yang berbeda.

 

 

Transcoding selalu berupa encoding, tetapi encoding tidak selalu transcoding. Ada berbagai alasan mengapa Kamu mungkin ingin mentranskode atau menyandikan video:

  •      Kurangi ukuran file
  •      Kurangi buffering untuk streaming video
  •      Ubah resolusi atau rasio aspek
  •      Ubah format atau kualitas audio
  •      Konversikan file usang ke format modern
  •      Memenuhi bit rate target tertentu
  •      Buat video kompatibel dengan perangkat tertentu (komputer, tablet, smartphone, smartTV, perangkat lama)
  •      Buat video kompatibel dengan perangkat lunak atau layanan tertentu

 

Tujuan umum dari semua alasan ini umumnya adalah untuk menciptakan pengalaman terbaik bagi pemirsa atau membuat konten video lebih mudah diakses.



Jadi Transcoding dan Encoding itu beda ya, tapi saling berkaitan!








Sekian dulu.. entar kalo ada yang ditambahkan, saya insyaAllah tambahkan lagi di Ilmu Editing Tentang RENDERING VIDEO.





Sampai Jumpa...











Posting Komentar

Follow by Email

Whatsapp Button works on Mobile Device only